Bangkitkan Pariwisata Melalui WFB, Pusat Alihkan Agenda ke Bali

Pelaksanaan Work From Bali (WFB) diharapkan mampu meningkatkan pergerakan ekonomi melalui sektor pariwisata Bali, saat ini para pejabat atau pengusaha swasta dari Jakarta diminta mengalihkan kegiatannya dalam bentuk program-program untuk dilakukan di Bali.

Maka dari itu, minimal ada hotel, transportasi, penjualan makanan, dan beragam kebutuhan lainnya memperoleh nilai manfaat ekonomi.

“Program-programnya yang diarahkan ke Bali, bukan pindah kantor ke Bali. Misalnya, program Focus Group Discussion (FGD), pameran, atau sosialisasi UMKM yang melibatkan banyak orang dari pusat (Jakarta) sebenarnya bisa dilakukan di Jakarta, tetapi mereka diarahkan untuk melaksanakan dari Bali supaya ada pergerakan ekonomi di Bali,” ujar Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali Ir. I Putu Astawa, M.MA., Kamis (24/6) kemarin.

Selama di Bali, sesuai protokol kesehatan mereka dapat melakukan aktivitas pertemuan di hotel-hotel, maka tentu saja peserta dari luar Bali harus memiliki hasil negatif swab dan bebas Covid-19. Saat ini pula di Bandara Internasional Ngurah Rai, juga cukup ketat bagi masyarakat atau wisatawan yang akan masuk ke Bali.

“Perusahaan swasta e-commerce semacam Lazada, Traveloka, dan sejenisnya mereka mengerjakan program pembinaan downline-nya di Bali. Pembinaan yang dilakukan dapat dilakukan di Bali,” ucapnya.

Pergerakan ekonomi pariwisata Bali penting dilakukan, meskipun sedikit tetapi ada pemasukan dan bermanfaat di saat pandemi ini. Sasaran utama WFB adalah agenda kementerian di pusat minimal dapat dilakukan di Bali.

“Tujuan pemerintah biar sedikit yang penting ada gerakan ekonomi. Kenapa Jakarta dijadikan sasaran? Karena di sana pusat-pusat kegiatan yang sifatnya Nasional termasuk Kementerian ada di sana. Semisal ada 10 orang datang untuk mengadakan kegiatan di Bali, minimal 10 kamar hotel bisa terisi, termasuk transportasi, makanan, dan artinya ada uang bergerak ke Bali,” imbuh Kadis Astawa.

Ditambahkannya wisatawan yang berkunjung ke Bali supaya nyaman dan hotel-hotel di Bali telah mempersiapkan tata cara penanganan mencegah Covid-19, sudah ada pula mendapatkan verifikasi sertifikasi cleanliness, health, safety, environment sustainability (CHSE) yang bermanfaat kemudian untuk menangani tamu-tamu yang sehat atau tergejala positif Covid-19.

“Tim Satgas akan menentukan apakah hotel tersebut boleh mengisolasi tamu di hotel tersebut atau di pindah ke rumah sakit, petugas kesehatan yang bisa menentukan seseorang tergejala ringan, sedang, dan berat dimaksud,” tandasnya. (dwksb)

Leave a Reply

Your email address will not be published.