Barberman Bali Community Gelar Pelatihan Barbershop Gratis

Kurangi Angka Pengangguran dan Sebut Cukur sebagai Seni yang Berpenghasilan

DENPASAR,SERBIBALI.COM-Para pemuda Kota Denpasar mendapatkan Pelatihan Barbershop berupa Workshop Barbershop secara gratis, pada acara D’Youth Fest 2021 minggu kedua, bertempat di Classroom A Gedung DNA (Dharma Negara Alaya) Creative Hub Denpasar, pada Rabu (27/10/2021).

Workshop Barbershop gratis menampilkan 4 orang Trainer yang telah ahli dalam bidangnya masing-masing dan tergabung dalam Barberman Bali Community diantaranya Tomi Bolin, Imam Rosadi, Kafi Zamzam dan Didin Jamaludin.

Saat dikonfirmasi awak media, Trainer Tomi Bolin menyatakan bahwa, para peserta Workshop Barbershop mendapatkan seperangkat alat cukur gratis, yang tentunya, para pemuda Kota Denpasar tersebut terdampak pandemi Covid-19 dan mendapatkan soft skill berupa pelatihan di bidang dunia barber atau cukur rambut. Menurutnya, profesi sebagai Barberman tidak dapat diremehkan penghasilannya di zaman sekarang ini.

Kemudian, Trainer Tomi Bolin menjelaskan, kegiatan pelatihan Barbershop bukan hanya untuk euforia sesaat melainkan jangka panjang. Mengingat, di Bali hampir dua tahun terkena dampak pandemi Covid-19, banyak teman-teman yang dirumahkan dan tak mendapat pekerjaan lagi, baik yang bekerja di sektor pariwisata.
Untuk itu, pihaknya berinisiatif untuk membuka pelatihan Barbershop yang bisa menjadi lapangan pekerjaan yang berpenghasilan.

“Jadi, teman-teman di Bali tidak tergantung dari sektor pariwisata dan membuka lapangan pekerjaan baru lewat bidang barber,” ungkap Tomi Bolin.

Lanjutnya, mereka punya keahlian khusus, disamping juga berpenghasilan, saat masa pandemi Covid-19.

“Ya, Astungkara, hanya 10 kali pertemuan dan saya lihat juga pertemuan sekarang ini, skill-skillnya sudah bagus,” kata Tomi Bolin.

Kedepannya, diharapkan, mereka bisa membuka usaha sendiri di rumah atau membuka lapangan pekerjaan baru, karena, pekerjaan ini telah menunggu mereka didepan mata.

“Itulah salah satunya cita-cita kami bersama tim kreatif di DNA ini, untuk mengurangi angka pengangguran di Kota Denpasar ini,” tegasnya.

Dijelaskan, pelatihan ini dilakukan selama 10 hari, yang diajarkan dengan teknik khusus dan modul yang dibawa, agar cepat dicerna dan ditangkap pelatihannya oleh para peserta.

“Pelatihan ini khusus untuk para Pemuda Denpasar, khususnya dari STT yang ada di Denpasar bagi yang belum kerja, disinilah tempatnya berlatih bersama-sama. Disini tempat sharing berbagi ilmu untuk memajukan industri barber di Kota Denpasar ini,” tuturnya.

Lebih lanjut, disebutkan, dalam pelatihan ini, materi yang diberikan dimulai dari basic dan teknik-teknik modern sampai kelas profesionalnya nantinya.

Namun, untuk mahir, pihaknya menyarankan, para peserta pelatihan diikutsertakan dulu dalam dunia kerja barber, agar jam terbangnya lebih tinggi, biar mereka mendapatkan sendiri ilmunya.

“Memang skill dasar mereka sudah punya dapat. Untuk lebih mempertajam ilmu mencukurnya, mungkin diasah di jam terbangnya. Disana, kami juga berperan. Kami bimbing setelah itu, walaupun telah habis agenda 10 hari pelatihan,” paparnya.

Untuk teknik dasarnya, pihaknya memberi pelatihan yang disebut Basic Cut atau potong rambut rapi hingga teknik modern. Bahkan, pihaknya memberikan pelatihan teknik gunting dan ilmunya saling melengkapi teknik mencukur rambut bersama Imam Rosadi, Kafi Zamzam dan Didin Jamaludin.

Pihaknya berpesan, jangan pernah pandang remeh Barber itu sebelah mata, karena, dunia Barber suatu pekerjaan yang sangat menjanjikan penghasilannya.

Kemudian, Trainer Imam Rosadi menambahkan, khususnya bagi pemuda Kota Denpasar, dalam bahasa kasarnya, tukang cukur dipandang sebelah mata. Sebenarnya, ini sebagai salah satu peluang kerja untuk menghasilkan uang yang luar biasa. “Jadi, jangan dianggap sebelah mata. Untuk tahun depan, jika ada peluang lagi, kita lakukan lagi pelatihan untuk Pemuda Denpasar,” ujar Imam Rosadi.

Pada kesempatan tersebut, Trainer lainnya, Kafi Zamzam mengungkapkan, profesi dalam segi keterampilan cukur mencukur rambut jauh lebih bisa bertahan dibandingkan bidang lainnya. Mengingat kondisi Bali yang terpuruk karena dihantam pandemi Covid-19, yang lebih condong bersandar pada sektor pariwisata. Maka dari itu, pihaknya berdasar atas hal tersebut, timbullah ide bersama tim kreatif Kota Denpasar untuk membekali Pemuda Denpasar berupa keterampilan dan peralatan mencukur yang diberikan Walikota Denpasar.

“Luar biasa Bapak Walikota Denpasar ini, bukan hanya membekali peralatan mencukur, akan tetapi, juga keterampilan. Jadi, bangun terus kreativitas dan keterampilan kedepannya,” pungkas Kafi Zamzam.

Hal senada juga diungkapkan Trainer laimnya, Didin Jamaludin yang memberi pesan bagi Pemuda Denpasar, mengingat Bali merupakan daerah seni sudah mengalir dari leluhurnya, dikatakan, cukur ini adalah seni dan seni yang bisa menghasilkan uang. Bahkan, Walikota Denpasar beserta jajarannya mempercayakan kepada Barberman Bali Community bersatu padu untuk bisa mewujudkan agar seni itu menghasilkan. “Kita bangga berada di bidang seni yang bisa menghasilkan, karena hobi yang dibayar itu, adalah asyik,” tutupnya.ace

Leave a Reply

Your email address will not be published.