Bisnis Batu Akik Turun 50 Persen selama Pandemi

DENPASAR, SERBIBALI.COM– Setelah beberapa tahun lalu booming, kini bisnis batu akik tampak melesu. Selama pandemi Covid-19, omzet penjualan batu akik dan batu mulia lainnya diakui tturun hingga 50 persen.
“Selama pandemi Covid-19 menyebar, secara keseluruhan penjualan memang mengalami penurunan hingga 50 persen. Kalau dulu, omzet bulanan kami bisa tembus Rp 30 juta ke atas, namun setelah pandemi ini, per bulan hanya kisaran Rp15-20 juta,” kata Owner Budijaya Silver, Etik Sukawati, kepada Balinesia.id, Minggu (21/3/2021).
Ia menjelaskan, penurunan penjualan yang dihadapinya terkait dengan prioritas masyarakat saat ini. Selama pandemi, ia mengamati bahwa masyarakat cenderung memprioritaskan kebutuhan primer, yakni pangan. Sedangkan, perhiasan tergolong sebagai kebutuhan yang tersier. “Jadinya mereka hanya mencari perhiasan jika benar-benar perlu,” ucapnya.

Selain penurunan penjualan, pihaknya mengaku ada perubahan prilaku konsumen yang datang ke pihaknya. Saat ini masyarakat lebih banyak membawa sendiri batu mulianya, tidak membeli di tokonya seperti sebelum pandemi maupun ketika terjadi demam batu akik.

“Kalau masalah penjualan, saat ini yang masih dominan adalah gagang, utamanya gagang perunggu, kemudian silver, baru kemudian alpaka. Kalau batu hampir tidak ada yang mencari, mereka kebanyakan bawa sendiri, kemudian mencari gagang dan memasangnya,” ujarnya.

Tentang kecenderungan batu yang diminati masyarakat, pedagang asal Jombang yang telah 15 tahun bergelut dalam dunia perhiasan ini pun mengaku jenis safir, mirah, dan kresnadana masih menjadi batuan mulia yang diminati.
“Kalau di tempat saya, ada batuan seharga Rp10 ribu hingga Rp75 juta. Permata terendah adalah jenis-jenis yang kecil untuk hiasan pendukung batu. Kalau yang termahal yang kami miliki adalah krenadana senilai Rp75 juta dan windusara senilai Rp 30 juta,” jelasnya.

Seperti kebanyakan masyarakat, Etik pun berharap keadaan kembali normal. “Harapan saya sama seperti warga kebanyakan. Kita semua berharap akan segera normal, sehingga bisa berjalan baik, ekonomi pulih dan membaik,” imbuhnya. (bn/sb)

Leave a Reply

Your email address will not be published.