BNN Provinsi Bali Berhasil Ungkap Tiga Kasus Narkoba

DENPASAR,SERBIBALI.COM-Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Bali berhasil mengungkap, sekaligus meringkus 3 (tiga) kasus Narkotika dengan melibatkan 3 (tiga) tersangka, dimulai Bulan Agustus hingga Oktober 2021.. Salah satunya, melibatkan mahasiswa dengan berat, sekitar sekilogram Shabu.

Press release BNN Provinsi Bali ini, diungkapkan Kepala BNN Provinsi Bali, Brigjen Pol.Drs. Gde Sugianyar Dwi Putra, SH.,M.Si., didampingi Kabid Brantas BNNP Bali, Putu Agus Arjaya di kantornya, Jalan Kamboja, Denpasar, pada Rabu (13/10/2021).

Pada kesempatan tersebut, Kepala BNN Provinsi Bali, Brigjen Pol.Drs. Gde Sugianyar Dwi Putra, SH.,M.Si., Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Bali menyatakan bahwa, pihaknya berhasil mengungkap, sekaligus meringkus pelaku penyalahgunaan dan peredaran Narkoba di Bali, dalam 3 (tiga) bulan terakhir. Hal ini, diakuinya, sebagai wujud komitmen BNNP Bali mewujudkan Indonesia Bersinar (Bersih Narkoba), dengan mengusung tema “War om Drugs”.

Disebutkan, petugas berhasil meringkus seorang mahasiswa asal Lampung, karena transaksi Narkotika, yang berlangsung di daerah Renon, pada 6 Oktober 2021. Saat melakukan pengamatan, mahasiswa yang bernama Medi Sanjaya alias Kimo keluar dari sebuah homestay dan segera diamankan di areal parkir.

Lebih lanjut, dijelaskan, petugas membawa yang bersangkutan ke dalam kamar yang disewanya. Dari penggeledahan, petugas menemukan barang bukti Narkotika berupa Metamfetamina atau Shabu.

Medi Sanjaya alias Kimo mengakui Shabu, timbangan digital warna hitam dan bendel plastik klip kosong yang ditemukan petugas tersebut adalah milik seseorang yang tidak dikenal dan melalui komunikasi HP, dipanggil dengan nama Ayah.

Adapun Medi menyatakan, memang benar dirinya yang mengambil Metamfetamina atau Shabu, timbangan digital warna hitam dan bendel plastik klip kosong tersebut, atas suruhan dari Ayah di tempat sampah dekat homestay Renon, yang kemudian membawanya ke dalam kamar.

Barang bukti yang diperoleh dari kasus ini, sepuluh buah plastik klip berisi kristal bening Narkotika berupa Shabu, dengan berat keseluruhan, sekitar 1.000,15 Gram Brutto atau 990,05 Gram Netto.

Sebelumnya, Tim Pemberantasan BNN Provinsi Bali berhasil meringkus Prayogi Yudhistira yang berprofesi sebagai tukang cukur, pada 18 Agustus 2021, sesuai analisis informasi Tim Pemberantasan BNN Provinsi Bali, saat petugas melakukan pengamatan di Depan Toko Murni Gorden, Jalan Brigjen Ngurah Rai, Banjar Kawan, Kecamatan Bangli, Kabupaten Bangli, Bali.

Pada saat petugas melakukan pemeriksaan terhadap barang bawaan yang dipegang Prayogi Yudhistira, Petugas menemukan satu paket kiriman dengan penerima bernama Sang Nyoman dari Bangli.

Diungkapkan, selanjutnya, dengan disaksikan Prayogi Yudhistira dan dua saksi dari masyarakat, Petugas membuka paket kiriman tersebut dan berisi satu buah baju kemeja warna hitam motif garis dan satu buah plastik klip berisi tanaman kering Narkotika Golongan 1 jenis tanaman Ganja, dengan berat 46,10 Gram brutto atau 40,42 Gram Netto.

Atas tindakan tersebut, Prayogi yang asal Lampung dan berperan sebagai pengedar terancam hukuman, minimal enam tahun penjara, maksimal hukuman mati.

Selain itu, BNN Provinsi Bali juga berhasil mengungkap kasus Narkotika berupa Shabu dan Ekstasi, pada 17 September 2021.

Berdasarkan informasi masyarakat, Petugas BNNP Bali bekerja sama dengan BNNK Badung melakukan pemeriksaan di Kost Pondok Astari, Desa Tuban, Kec. Kuta, Kab. Badung. Pada saat Petugas masuk ke dalam kamar kos tersebut, didalamnya, Petugas menemukan seorang laki-laki, yang kemudian diketahui bernama R. Arum Setyono, seorang Residivis Narkotika yang telah keluar dari Lapas, pada 2017.

Dengan disaksikan masyarakat, Petugas kemudian melakukan penggeledahan di kamar kos tersebut dan menemukan barang-barang Narkotika berupa Shabu dan Ekstasi serta barang Non Narkotika lainnya.

Tersangka disebut melakukan kejahatan ini, karena, kondisi ekonomi yang sulit, pada masa pandemi Covid-19. Tersangka terancam hukuman, minimal enam tahun penjara dan maksimal hukuman mati. Selanjutnya, Tersangka digelandang dengan sejumlah barang bukti, 36 bungkus kulit permen, yang didalamnya masing-masing terdapat plastik klip berisi  kristal Narkotika berupa Metamfetamina atau Shabu, dengan berat keseluruhan 18,09 Gram Netto dan 19 buah plastik klip berisi total 95 butir pil/tablet Narkotika berupa MDMA atau Ekstasi.

Total barang bukti yang diperoleh dari tiga kasus tersebut, yakni Shabu dengan berat 1.008,14 gram netto, Ganja seberat 40,42 gram netto dan Ekstasi sebanyak 95 butir. ace

Leave a Reply

Your email address will not be published.