Sasar 410 KK, Bagus Alit Sucipta dan ARW Gelontorkan Beras di Desa Adat Tangeb, Mengwi, Kabupaten Badung

BADUNG,SERBIBALI.COM-Anggota DPRD Provinsi Bali Fraksi PDI Perjuangan, Bagus Alit Sucipta, SH., bersama Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, I Gusti Agung Rai Wirajaya, SE.MM., atau akrab disapa ARW (Agung Rai Wirajaya) menggelar kegiatan Bakti Sosial berupa pembagian beras di Desa Adat Tangeb, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, pada Senin (16/5/2022).

Turut hadir, Sekjen Semeton GB (Gus Bota) Provinsi Bali, I Komang Merta Jiwa, SE., Semeton GB Kelurahan Abianbase, Ketua Ranting PDI Perjuangan Kelurahan Abianbase beserta pengurusnya, Saba lan Kerta Desa Adat Tangeb, Kelian Dinas dan Kelian Adat se-Desa Tangeb dan Krama Desa Adat Tangeb, Mengwi, Kabupaten Badung.

Bagus Alit Sucipta mengatakan, semua Krama Desa Adat Tangeb yang berjumlah 410 KK menerima gelontoran beras.

“Krama Desa Adat Tangeb berjumlah 410 KK. Jadi, semua krama dikasi beras. 1 (satu) KK terima 1 (satu) beras. Kita sepakat, khusus di Tangeb, kita berikan semua krama Desa Adat Tangeb peroleh beras. Hal itu sebagai bukti sayang kita, Bagus Alit Sucipta dan ARW kepada Krama Desa Adat Tangeb,” terangnya.

Oleh karena itu, Bagus Alit Sucipta dan ARW mendatangi Desa Adat Tangeb guna menjalankan program PDI Perjuangan yang difasilitasinya. Bahkan, diakuinya, program ini sudah berjalan hampir 2 (dua) tahun lalu, saat awal masa pandemi Covid-19.

Soal anggaran dana yang dijalankan untuk kegiatan Bakti Sosial, Bagus Alit Sucipta menyebutkan bersumber murni berasal dari dana pribadi berupa gaji yang disisihkan Bagus Alit Sucipta dan ARW untuk dibelikan beras, yang kemudian dikembalikan lagi ke masyarakat dalam bentuk pembagian beras.

Lanjut Bagus Alit Sucipta, program ini telah berjalan, dimulai dari ujung utara Kabupaten Badung di Desa Belok Sidan hingga ujung selatan Kabupaten Badung, yang berada di Desa Pecatu.

“Program ini dijalankan di masing-masing desa atau kelurahan yang berada di Kabupaten Badung. Hal ini sebagai bukti saya bersama ARW, sayang kepada masyarakat Desa Adat Tangeb. Program ini murni dana pribadi yang kami berikan dikembalikan ke masyarakat dalam bentuk beras,” bebernya.

Selain itu, Bagus Alit Sucipta juga memperkenalkan Sekjen GB Provinsi Bali, I Komang Merta Jiwa, SE., yang rencananya bakal mencalonkan diri sebagai anggota DPD RI.

“Sudah mulai Komang Merta Jiwa diajak turun langsung ke masyarakat. Maunya, Komang Merta Jiwa maju sebagai anggota DPD RI tahun 2024. Mohon dukungan Krama Desa Adat Tangeb, agar memberikan suaranya ke Komang Merta Jiwa, biar ada perwakilan DPD RI. Saya dorong untuk maju dan harus menjadi anggota DPD RI tahun 2024,” imbuhnya.

Pada kesempatan tersebut, ARW atau Agung Rai Wirajaya memaparkan, sebelumnya, kondisi Kabupaten Badung berlimpah dana. Namun, saat masa pandemi Covid-19 penerimaan daerah menurun drastis. Ditengah-tengah kondisi pandemi Covid-19, pihaknya merasa bersyukur bisa bertatap muka langsung dengan krama Desa Adat Tangeb guna membantu kondisi perekonomian masyarakat dalam bentuk pembagian beras.

“Kondisi ini yang menjadi alasan saya untuk turun langsung ketengah-tengah masyarakat guna membantu kondisi masyarakat akibat terdampak pandemi,” tegas ARW.

Untuk itu, ARW dan Bagus Alit Sucipta berkomitmen dan bersepakat bersama kedepannya, untuk tetap membantu dan meringankan beban masyarakat akibat terdampak pandemi Covid-19.

Kemudian, ARW menjelaskan, pada tahun 2024 terdapat dua perhelatan besar terkait pemilihan umum.

Disebutkan,Perhelatan pertama diawali dengan pemilihan anggota legislatif dan pemilihan presiden, termasuk DPD RI pada tanggal 14 Pebruari 2024 mendatang.

Dijelaskan ARW, pada tahun 2022 sudah mulai pendaftaran partai politik dan juga penetapan partai politik yang bisa maju pemilu guna mengusung caleg di tahun 2023 serta terpilih pada tahun 2024.

“Semoga tak ada aral melintang, saya, ARW kembali ditugaskan menjadi anggota DPR RI. Begitu juga Bagus Alit Sucipta juga kembali ditugaskan,” ucapnya.

Untuk perhelatan kedua, ARW menambahkan pada tahun 2024 juga digelar pemilihan kepala daerah.

“Di tahun ini, baru kemarin, 5 (lima) gubernur yang sudah diberikan tugas PJ oleh Bapak Mendagri. Nanti akan ada PJ Bupati, Walikota dan PJ Gubernur. Tahun 2023 yang berhenti otomatis PJ atau petugas pengganti Gubernur, Bupati atau Walikota. Sedangkan, Bupati Badung, Bupati Tabanan, Bupati Jembrana, Bupati Bangli dan Bupati Karangasem bertugas hingga 2024. Untuk yang melanjutkan akan ditugaskan PJ dan pimpinan daerah yang telah dua periode, tidak bisa maju lagi,” tandasnya.

Sementara itu, Bendesa Adat Tangeb, I Gusti Agung Mega Adnyana, SH., mengucapkan terima kasih atas kehadiran Bagus Alit Sucipta dan ARW yang langsung turun ketengah-tengah masyarakat dengan menggelontorkan beras. Bahkan, Mega Adnyana menyebutkan, dirinya sudah 5 (lima) tahun menjabat sebagai Bendesa Adat Tangeb belum melaksanakan program pembangunan di Desa Adat Tangeb, karena belum ada anggaran dana akibat terdampak pandemi Covid-19.

“Saya hanya mengumpulkan warga saja dan warga kami polos, karena rasa hormat terhadap pejabat pusat dan provinsi yang datang. Saat Pileg 2019 yang lalu, ada rencana rehab pura dan Karya Ngusaba Desa yang sudah digelar tahun 1985 hingga kini sudah 37 tahun belum terealisasi upacara serupa,” ungkapnya.

Lanjutnya, sepatutnya sudah dilaksanakan Karya Ngusaba Desa. Namun, terpaan pandemi Covid-19 mengakibatkan upacara serupa belum bisa dilaksanakan hingga saat ini.

Selain itu, disebutkan, kondisi Wantilan Desa Adat Tangeb kondisinya memprihatinkan, yang saat hujan mengakibatkan banjir di areal wantilan Desa Adat Tangeb.

“Kondisi wantilan mohon dibantu, agar 2023 bisa diperbaiki,” jelasnya.

Oleh karena itu, pihaknya menginginkan terjadinya koordinasi secara intens dengan Bagus Alit Sucipta dan ARW agar terwujud pembangunan di Desa Adat Tangeb, baik unsur Parhyangan, Pawongan dan Palemahan.

Mega Adnyana juga menyampaikan, pihaknya bakal menggelar upacara yadnya bertajuk Karya Ngerit Atma Wedana, pada bulan Juni 2023 mendatang. Meski begitu, tugas pokok program Desa Adat Tangeb baru bisa menggelar upacara Ngaben. Sementara itu, Karya Atma Wedana secara bersama-sama belum bisa dilaksanakan. Untuk itu, Mega Adnyana berharap, agar Bagus Alit Sucipta dan ARW bisa memfasilitasi proposal-proposal Banjar Adat se-Desa Tangeb agar segera terealisasikan.

“Mohon dibantu lewat program Bansos masing-masing banjar, agar difasilitasi dan terwujud pembangunan desa. Tadi, saya sudah berkoordinasi dengan Bagus Alit Sucipta, pelaksanaan Karya Atma Wedana dibantu oleh Pemkab Badung dan juga Pemprov. Bali. Karena, situasi masa pandemi ini, jelas warga kami belum bisa swadaya Nangun Karya Atma Wedana tersebut,” pungkasnya.

Soal program Desa Adat Tangeb yang belum terlaksana, Bagus Alit Sucipta bersama ARW berupaya merealisasikan untuk proposal-proposal yang ditunda pencairan dananya, saat pandemi melanda.

“Astungkara di Badung kembali menggeliat, saya siap mengawal program-program Desa Adat Tangeb,” ungkapnya.

Sebelumnya, Bagus Alit Sucipta telah berkoordinasi dengan Bupati Badung, proposal tersebut rencananya disetujui pada anggaran perubahan dan induk 2023.

“Tadi sempat berkoordinasi dengan Bendesa Adat. Astungkara program di Desa Adat Tangeb bisa terealisasi. Kita siap mengawal 2023. Astungkara disetujui,” tutupnya.ace

Leave a Reply

Your email address will not be published.