MENJANJIKAN, USAHA KERAJINAN AKAR DI BANGLI

3 min read

Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Unwar 2021

Bangli, Serbibali.com-Kerajinan dari akar kayu dan bambu di Bangli tampaknya sangat menjanjikan. Namun sayang dalam menjalankan usahanya pelaku UMKM setempat kerap terbentur pada permasalahan penjualan karena belum memahami dengan benar cara untuk meningkatan omset penjualan. Di samping itu juga berkeinginan untuk mengekspor produk kerajinannya namun terkendala dengan minimnya pengetahuan tentang tatacara dan prosedur ekspor.

Kadek Sudanco adalah contoh pelaku UMKM di Banjar Sribatu Kecamatan Susut Kabupaten Bangli yang bergerak di bidang kerajinan dengan bahan baku dari akar kayu dan bamboo mengakui dalam menjalankan usahanya kerapkali terbentur pada permasalahan penjualan di mana belum memahami dengan benar cara untuk meningkatan omset penjualan. Di samping itu juga berkeinginan untuk mengekspor produk kerajinannya namun terkendala dengan minimnya pengetahuan tentang tatacara dan prosedur ekspor. Dia menyadari bahwa penggunaan sarana ilmu pengetahuan teknologi (IPTEK) bagi UMKM sangat membantu dalam menjalankan bisnis namun masih kurang memahami cara mempergunakan sarana IPTEK tersebut.

Salah satu Ketua Program Kemitraan Masyarakat Unwar 2021, Indah Hapsari, SE., MM menyatakan bahwa melihat potensi dan kendala yang dimiliki oleh pelaku UMKM di atas, maka sangatlah mungkin apabila perguruan tinggi khususnya Universitas Warmadewa selaku institusi pendidikan ikut berkontribusi melakukan pengabdian pada masyarakat dalam memberikan solusi atas permasalahan tersebut. “Karena itu pada bulan Mei 2021 telah dilakukan penyuluhan kepada mitra pelaku UMKM mengenai strategi pemasaran, tatacara dan prosedur ekspor serta penyuluhan mengenai IPTEK bagi UMKM dalam menjalankan bisnis” tegas Indah.

Salah satu dosen penyuluh, Dr. Gde Wedana Arjawa, SE., M.Si menyatakan bahwa mitra belum memiliki perijinan yang memadai dalam melakukan kegiatan ekspor dan solusi yang diberikan adalah bantuan berupa pengurusan perijinan. Mitra diajarkan cara mencari tahu terlebih dahulu apakah barang yang akan di ekspor tersebut termasuk kategori barang yang dilarang untuk di ekspor, diperbolehkan untuk diekspor tetapi dengan pembatasan, atau barang yang bebas diekspor dan selanjutnya memastikan juga apakah barang kita diperbolehkan untuk masuk ke negara tujuan ekspor.

Pada kesempatan yang sama dosen penyuluh yang lain, Putu Ayu Sita Laksmi, B.Bus. M.Sc menyatakan bahwa pemanfaatan IPTEK atau teknologi informasi dalam era globalisasi ini sangatlah penting. Dengan memiliki website, pelaku UMKM kerajinan akan lebih mudah memasarkan produknya. Mitra telah diajarkan cara mencari buyer melalui sarana website. Beberapa aspek penting telah dijelaskan terkait strategi pemasaran meliputi website. Selanjutnya dikatakan bahwa disamping kegiatan penyuluhan penerapan IPTEK dalam bisnis, karena mitra tidak memiliki website maka mitra telah dibantu untuk membuat website yang akan dipergunakan sebagai sarana pemasaran produk. “Pembuatan website merupakan luaran dari program kemitraan ini” kata Ayu Sita. rls

Berita Lainnya

More From Author

+ There are no comments

Add yours