Banyu Pinaruh di Pantai Atau di Pura Wajib Taati Protokol Kesehatan

SERBIBALI.COM- BALI- Hari Saraswati yang diperingati sebagai hari turunnya Ilmu Pengetahuan akan dirayakan Sabtu ini. Umat hindu, khususnya siswa pun dihimbau untuk melakukan persembahyangan Saraswati, Serta keesokan harinya melaksanakan Banyu Pinaruh.

Mengingat dimasa pandemi Covid-19 ini, Ketua PHDI Klungkung I Putu Suarta menjelaskan, sesuai protokol kesehatan pihaknya masih menghinbau agar warga tetap melakukan pesembahyangan di rumah. Namun dirinya tidak bisa melarang, jika ada masyarakat yang tetap ingin melakukan persembahyangan saraswati keluar rumah. Prajuru pura dan pemangku agar selalu mengingatkan para pemedek nantinya untuk selalu memakai masker dan menyediakan tempat cuci tangan di pura. Termasuk membatasi jumlah pemedek saat melakukan persembahyangan, sehingga jaraknya mudah diatur. “Jika harus sembahyang keluar rumah silakan, namun tetap mengedepankan protokol kesehatan. Dalam kondisi pandemi seperti sekarang, peran prajuru pura dan pemangku sangatlah penting. Utamanya untuk mengingatkan umat agar tetap menjalankan protokol kesehatan di setiap pura,” jelas Putu Suarta. Demikian pula sehari setelah Saraswati, PHDI tidak bisa melarang umat ke pantai untuk melakukan ritual Banyu Pinaruh. Namun tetap dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. “Untuk Banyu Pinaruh, kalau masyarakat mau ke pantai silahkan, tapi harus protokol kesehatan tetap harus dilaksanakan,” ungkap Putu Suarta.

Sementara prajuru Pura Goa Lawah, Putu Juliadi mengatakan, sejak Covid-19 merebak pihaknya sudah menyediakan fasilitas kesehatan sesuai protokol Covid-19 di pura. Apalagi Pura Goa Lawah menjadi salah satu tujuan dari warga untuk melakukan persembahyangan saraswati.” Protokol kesehatan sudah digalakkan di Pura. Tempat cuci tangan sudah disediakan. Pemangku kami arahkan agar selalu mengingatkan umat untuk menjaga jarak,” jelasnya. Putu Juliadi pun mengatakan umat yang tangkil melakukan persembahyangan ke Pura Goa Lawah juga dibatasi maksimal 25 orang dalam satu rombongan. “Kami juga menyiagakan petugas, agar pemedek diingatkan untuk selalu bawa masker saat masuk ke pura,” jelasnya.

Namun di daerah Denpasar, masyarakat diimbau untuk tidak berduyun-duyun datang ke pantai. Masyarakat diminta untuk melaksanakan pengelukatan dari rumah masing-masing dengan menggunakan Pengelukatan Suda Mala yang nantinya diberikan kepada masyarakat melalui bendesa adat. “Tentu kami mengimbau masyarakat Kota Denpasar tidak berbondong-bondong ke pantai untuk melaksanakan pembersihan, melainkan melaksanakan di rumah menggunakan  Tirta Pengelukatan Suda Mala yang akan diberikan kepada seluruh masyarakat,” ujar Bendesa Adat Intaran, I Gusti Agung Alit Kencana. Lebih lanjut dijelaskan, hingga saat ini Kota Denpasar termasuk wilayah Sanur khususnya Desa Adat Intaran masih terjadi penularan  Covid-19. Alit Kencana berharap masyarakat memaklumi kondisi ini. Dimana, kebijakan ini tak lain untuk kebaikan  bersama dalam memutus penyebaran guna percepatan penanganan Covid-19, protokol kesehatan harus tetap dijalankan.

Begitu juga yang dilakukan oleh pihak Desa Adat Yeh Gangga. Bendesa Adat Yeh Gangga I Ketut Dolia, menegaskan sesuai dengan koordinasi gugus tugas Desa Adat Yeh Gangga, pada saat Banyupinaruh Pantai Yeh Gangga ditutup. Ini dilakukan sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19 di Tabanan. “Sesuai dengan koordinasi dengan gugus tugas, diputuskan saat Banyupinaruh, Pantai Yeh Gangga ditutup,” ungkap Ketut Dolia. Ketut Dolia menjelaskan, keputusan tersebut dilakukan dengan pertimbangan, jika dibuka seperti biasa maka diperkirakan ribuan orang menuju Pantai Yeh Gangga. Secara otomatis hal tersebut akan menimbulkan kerumunan. “Kami khawatir kalau ribuan orang sudah masuk ke pantai, maka sulit untuk melakukan pengawasan, apalagi sekarang kasus (Covid-19) di Tabanan meningkat,” tegasnya.

Namun sampai sekarang belum ada kabar, mengenai apakah Pura Penglukatan seperti Pancoran Solas, Taman Mumbul, Tirta Sudamala dan yang lainnya. Melakukan penutupan atau menerapkan protokol kesehatan seperti yang dilakukan oleh prajuru Pura Goa Lawah.

Sumber:

Leave a Reply

Your email address will not be published.