Belajar dari Covid-19 : Berkolaborasi dalam Distance Learning

5 min read

Desak Putu Sri Kerthi Masyeni. S,Pd

TK  Handayani Tiga

Pendahuluan

Temuan kasus coronavirus di Indonesia mengalami peningkatan yang cukup signifikan.  Semenjak kasus pertama diumumkan pada tanggal 2 Maret 2020, hingga awal bulan Mei telah terkonfirmasi sejumlah 10.843 kasus positif dengan jumlah pasien sembuh sebanyak 1.655 orang dan meninggal sejumlah 831 orang. Berdasarkan beberapa kajian yang dilakukan oleh para ahli menggunakan pemodelan matematika, jumlah kasus coronavirus di Indonesia masih akan mengalami peningkatan.

Fakta tersebut tentu berpengaruh terhadap berbagai sektor di Indonesia. Sejalan dengan himbauan untuk menerapkan social distancing, kebijakan work from home juga mulai diberlakukan secara serentak, baik pada institusi pemerintahan maupun swasta. Tidak terkecuali pada sektor pendidikan, beragam kebijakan juga mulai diterapkan, salah satunya melalui Surat Edaran Mendikbud Nomor 36962/MPK.A/HK/2020 tentang Pembelajaran secara Daring dan Bekerja dari Rumah dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Corona Virus Disease (COVID- 19). Dalam surat edaran tersebut, secara jelas telah disebutkan bahwa pelaksanaan pembelajaran bagi siswa dapat dilaksanakan secara daring dengan memanfaatkan beragam platform.

Tak bisa dipungkiri bahwa selama ini, istilah “belajar” khususnya dalam lingkup pendidikan formal, senantiasa identik dengan kehadiran siswa di ruang kelas dengan guru sebagai fasilitator. Oleh karena itu, penerapan kebijakan terkait pembelajaran jarak jauh tentu memberikan tantangan tersendiri bagi guru. Guru dihadapkan tidak hanya pada tantangan teknis seperti keterbatasan jaringan internet atau siswa yang terkendala akibat tidak memiliki handphone maupun laptop sehingga bermuara pada kesulitan komunikasi, namun juga dihadapkan pada tantangan untuk mampu berinovasi dalam menghadirkan pembelajaran yang optimal. Inovasi ini mutlak diperlukan baik dari segi materi pembelajaran maupun metode pembelajaran sehingga tujuan pembelajaran dapat tetap tercapai.

Konsep Distance Learning

Istilah pembelajaran jarak jauh atau distance learning merujuk pada proses pembelajaran yang terjadi dimana guru dan siswa tidak bertatap muka tetapi terjadi dalam waktu dan tempat yang berbeda dengan menggunakan media tertentu yang telah dipilih untuk mencapai tujuan pembelajaran. Metode distance learning saat ini dipandang sebagai cara paling efektif dalam menyiasati pelaksanaan pembelajaran di masa pandemi.

Pelaksanaan distance learning menuntut guru untuk mampu mengadopsi nilai-nilai digital kedalam pembelajaran, karena teknologi dan informasi menjadi jembatan pokok yang menghubungkan guru dan siswa dalam proses pembelajaran. Dalam metode distance learning, siswa berperan sebagai active learner  yakni mampu secara aktif dan mandiri dalam meningkatkan pengetahuannya. Sedangkan guru berperan sebagai instruktur yang bertanggungjawab untuk menyediakan materi pembelajaran dan memastikan segala keperluan yang menunjang pembelajaran dapat tersedia untuk seluruh siswa. Guru juga dituntut untuk mampu menyesuaikan kemampuan mengajar secara jarak jauh dengan membuat sistem pemahaman yang mudah dan mengadaptasi cara mengajar antara sistem kelas tradisional dengan teknologi.

Proses pembelajaran dengan metode distance learning dapat dilakukan melalui dua cara yakni synchronous, dimana guru dan siswa dapat berinteraksi dalam waktu yang sama walaupun tidak dalam satu tempat dan secara asynchronous, dimana guru dan siswa berinteraksi pada waktu dan tempat yang tidak sama. Dengan teknologi sebagai basis utamanya, keberlangsungan proses pembelajaran ini memerlukan adanya learning management system (LMS) yang merupakan lingkungan pembelajaran yang digunakan oleh guru dan siswa. LMS dapat berupa media dimana guru dapat memasukkan materi pembelajaran, tugas, mengadakan forum diskusi dan melaksanakan evaluasi, dan siswa dapat memperoleh materi, mengerjakan tugas dan berdiskusi dengan guru maupun sesama siswa.  Dengan proses dalam distance learning tersebut maka sharing informasi dan pengetahuan tidak hanya bersifat hanya vertikal, yakni dari guru ke siswa namun juga berlangsung antar peserta didik.

Implementasi Distance Learning Pada Jenjang PAUD

Metode pembelajaran jarak jauh (distance learning) telah banyak dilaksanakan dalam berbagai jenjang pendidikan, terutama pada pendidikan menengah dan pendidikan tinggi. Akan tetapi pada jenjang pendidikan dasar, termasuk pendidikan anak usia dini (PAUD) metode pembelajaran jarak jauh masih jarang untuk digunakan. Tidak bisa dipungkiri bahwa pendidikan anak usia dini merupakan pendidikan yang sangat mendasar dan strategis dalam pembangunan sumber daya manusia. Oleh karena itu dalam menghadapi tantangan pembelajaran dalam masa pandemi ini, maka guru di jenjang PAUD juga harus mampu mengadaptasi metode pembelajaran jarak jauh sehingga proses pembelajaran dan tujuan pendidikan tetap dapat dicapai dengan optimal.

Pelaksanaan distance learning pada jenjang PAUD harus memperhatikan adanya kolaborasi yang baik antara guru dengan orang tua siswa. Hal ini mutlak diperlukan karena karakteristik siswa PAUD pada umumnya masih memerlukan adanya pendampingan secara langsung dalam proses pembelajaran. Dalam membangun kolaborasi ini, guru perlu menjalin komunikasi yang baik dengan orang tua siswa, contohnya dengan membentuk grup whatsapp yang beranggotakan orang tua siswa dan guru. Grup whatsapp ini dapat digunakan sebagai learning management system dalam pelaksanaan pembelajaran jarak jauh di jenjang PAUD. Melalui grup tersebut, guru dapat menginformasikan terkait materi pembelajaran, tugas maupun evaluasi yang diberikan kepada siswa, sekaligus menyampaikan kiat-kiat yang bisa dilakukan oleh orang tua dalam mendampingi proses pembelajaran siswa di rumah.

Orang tua siswa kemudian menyampaikan hasil-hasil pembelajaran melalui grup tersebut, baik melalui foto maupun video. Selain itu, orang tua juga dapat menyampaikan kendala-kendala yang dihadapi siswa dalam belajar maupun kendala yang dihadapi orang tua dalam mendampingi proses pembelajaran di rumah. Dengan adanya proses sharing yang terbuka dan fleksibel, evaluasi pembelajaran baik dari segi proses maupun hasil tidak hanya dilakukan oleh guru, namun juga sesama orang tua siswa. Disinilah proses kolaborasi antara guru dan orang tua siswa dapat terjadi dan akan menghasilkan input-input yang kemudian dapat digunakan sebagai acuan dalam merencanakan pembelajaran selanjutnya.

Penutup

Tantangan pendidikan dalam menghadapi pandemi coronavirus menuntut guru agar dapat berinovasi dalam menyelenggarakan proses pembelajaran bagi siswa. Salah satu metode pembelajaran yang efektif dalam menyiasati pembelajaran saat ini adalah metode distance learning. Dalam jenjang pendidikan dasar, khususnya PAUD, pelaksanaan metode pembelajaran jarak jauh ini tidak hanya mengharuskan guru untuk mampu berinovasi dalam menyajikan materi, namun juga membangun kolaborasi dengan orang tua siswa. Pemanfaatan media komunikasi seperti whatsapp dapat menjadi cara dalam menjalin komunikasi dengan orang tua terkait dengan pembelajaran bagi siswa di rumah. Dengan difungsikannya media whatsapp sebagai learning management system atau lingkungan pembelajaran dan terbangunnya kolaborasi yang baik antara guru dan orang tua siswa maka implementasi distance learning di jenjang PAUD akan dapat dilaksanakan secara optimal.

Berita Lainnya

More From Author

+ There are no comments

Add yours