Festival Selonding Wanita Sukses di Tengah Pandemi

Panitia: Wujud Representasi Nilai Kearifan Lokal

DENPASAR, SERBIBALI.COM – Sebagai wujud kecintaan emansipasi wanita terhadap kearifan lokal Bali khususnya gamelan Selonding, Yayasan Selonding Bali dan Komunitas Selonding Bali Aga, Banjar Pande Tunggak, Dusun Pandesari, Desa Bebandem Karangasem,  sukses menyelenggarakan festival yang bertajuk ‘Women’s Selonding  Competition Selonding Bali Aga Festival 2021’.

Ketua Panitia Festival, I Wayan Pande Widiana, M.Sn mengatakan, tujuan pelaksanaan lomba selonding ini adalah sebagai wujud representasi atas nilai -nilai kearifan lokal masyarakat untuk mencerminkan identitas budaya yang adi luhung.

“Gamelan yang dulunya hanya berada dalam ritus sakral, kini mulai mengekspose dari dalam celah hegemoni seni urban sebagai media ekspresi kreatif,” jelasnya kepada Media Bali, Senin (8/2).

Lebih lanjut Widiana mengatakan,  sebuah kompetisi sekaa selonding wanita  ini sebagai bentuk kreativitas  atas meningkatnya respon serta perkembangan sekaa selonding wanita di Bali. Selain itu, event ini juga sebagai bentuk ekspresi dan menumbuhkan kreativitas para seniman Bali di tengah pandemi Covid- 19.

“Karena masih suasana pandemi Covid-19, festival diselenggarakan tanpa tatap muka. Kami sangat bersyukur di tengah kegelisahan dan keterbatasan kegiatan dapat berjalan dengan baik sesuai harapan dan rencana ,” ujarnya.

Dalam festival itu, kata Widiana, ditetapkan pemenang enam kategori terbaik, yakni kategori Sekar Gadung I dan II. Terbaik I dimenangkan Sekaa Selonding Parwati dari Banjar Taman Sari, Badung, terbaik II diraih Sarati Svara dari Banjar Pande Tunggak, Bebandem, Karangasaem, sedangkan Sekaa Asti Pradnyaswari dari Banjar Bualu Perum, Kelurahan Benoa, Badung memeroleh gelar favorit.

Sedangkan kategori rejang gucek, penyaji terbaik I di menangkan Sekaa Selonding Bumi Bajra  dari Banjar Batukandik Padang Sambian Kaja, Denpasar; penyaji terbaik II diraih Sekaa Semara Murti dari Banjar Celuk, Sukawati, Gianyar, dan juara favorit diraih Sekaa Gita Pingit dari Batan Ancak, Mas, Ubud, Gianyar. Pengumuman dan penyerahan hadiah dilakukan di objek wisata Taman Ujung Soekasada, Desa Tumbu, Karangasem, Minggu (7/2).

Dalam festival yang diikuti 19 sekaa dari beberapa kabupaten/kota di Bali berindak sebagai juri yang berasal dari akademisi dan praktisi seni, yakni I Wayan Sudirana, S.Sn., M.A., Phd dari Ubud, Gianyar, dan Dr. I Komang Sudirga, S.Sn., M.Hum, asal Karangasem. mb/gts

Leave a Reply

Your email address will not be published.