Badung Luncurkan Aplikasi Fish-Go (NBM-20)

4 min read

Hasil Tangkapan Nelayan Bisa Berlipat-lipat

BADUNG, SERBIBALI.COM – Pemerintah Kabupaten Badung melalui Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) meluncurkan aplikasi Fish-GO yakni aplikasi penangkapan ikan di Ruang Kerta Gosana Puspem Badung, Selasa (16/12). Tujuannya untuk membantu nelayan tradisional di Badung dalam meningkatkan jumlah tangkapan ikan.

Bupati Badung, I Nyoman Giri Prasta, dalam sambutannya mengapresiasi peluncuran aplikasi Fish-Go, karena pendiri aplikasi Fish- Go adalah anak muda Badung, l Gede Merta Yoga Pratama. Untuk itu, pihaknya mendorong generasi muda Badung lainnya untuk terus berinovasi dalam membuat aplikasi yang bermanfaat bagi masyarakat.

Giri Prasta memberi masukan agar nama aplikasi ini disempurnakan menjadi aplikasi Fish-Go Nelayan Badung Mandiri tahun 2020 atau disingkat Fish-Go (NBM-20), karena diluncurkan tahun 2020 serta memiliki keunggulan dapat menentukan posisi keberadaan ikan dengan fish finder, menentukan waktu penangkapan terbaik serta rute penangkapan yang aman untuk nelayan tradisional.

’’Selain itu Fish-Go juga dapat menentukan area pergerakan ikan dalam skala radius tertentu. Dengan beragam fitur yang dimilikinya tentu akan mampu meningkatkan hasil tangkapan ikan nelayan, karena kami punya prinsip, saat ini nelayan tidak lagi mencari ikan tapi nelayan harus menangkap ikan,’’ katanya.

Dalam meningkatkan kesejahteraan nelayan tradisional Badung, Bupati Giri Prasta menyebutkan akan membuat perda penguatan kelompok nelayan dengan melibatkan nelayan langsung dalam proses perancangannya, sehingga regulasi yang diterbitkan sesuai dengan kebutuhan nelayan.

’’Untuk menguatkan sektor perikanan, kita akan membuat perda bagi para nelayan, dengan mendengarkan masukan langsung dari para nelayan. Kita juga akan memberikan stimulus bantuan untuk memenuhi kebutuhan nelayan kita. Tentu semua ini muaranya untuk meningkatkan produksi sektor perikanan dan kesejahteraan nelayan Badung,” katanya.

Kepala Balitbang Badung, I Wayan Suambara, melaporkan Aplikasi Fish-Go merupakan hasil riset yang dilakukan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Badung bekerja sama dengan tim dari Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Udayana (Unud) dalam menanggapi kondisi serta permasalahan nelayan tradisional di wilayah Kabupaten Badung. ’’Aplikasi Fish-Go bekerja dengan cara menggabungkan kemampuan satelit dan sejumlah faktor seperti kondisi fisiologis dan habitat ikan serta lokasi ikan mencari makan atau feeding ground untuk memprediksi dan mendeteksi keberadaan ikan,’’ kata Suambara seraya menyatakan akan tetap berkomitmen untuk menjaga keberlanjutan aplikasi Fish-Go dengan didukung oleh regulasi sebagai upaya mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesempatan kerja di sektor perikanan.

Sementara l Gede Merta Yoga Pratama dalam paparannya menjelaskan dengan adanya aplikasi Fish-Go ini para nelayan akan tahu kapan waktu yang tepat, jam berapa mereka ke laut untuk menangkap ikan. Para nelayan sangat dijamin karena aplikasi ini betul-betul bekerja.

“Fish-Go memberikan informasi yang diprediksi menggunakan citra satelit. Bahkan, aplikasi ini mampu memprediksi daerah potensial penangkapan ikan hingga ke tingkat spesies pada daerah tertentu. Keunggulan lain Fish-Go adalah sudah terhubungnya daerah potensial penangkapan dengan jaringan yang sangat kuat, sehingga estimasi jarak tempuh dan waktu yang dibutuhkan nelayan untuk menangkap ikan dapat diketahui secara langsung,’’ katanya.

Menurut dia, secara alami, pergerakan ikan selalu berubah mengikuti suhu air laut. Dengan adanya aplikasi ini, nelayan akan mampu memantau pergerakan kumpulan ikan sebelum melaut. ’’Aplikasi Fish-Go dapat menampilkan jarak antara pelabuhan dan lokasi ikan di laut, bahkan kita bisa tangkap ikan di pinggir pantai. Di sisi lain, aplikasi ini juga dapat menghemat biaya para nelayan seperti irit bahan bakar serta mampu memberikan jaminan keamanan, sebab Fish-Go juga memberikan informasi mengenai rute yang aman,’’ katanya.

Di sisi lain, Ketua Kelompok Nelayan Samanjaya Kedonganan, Kuta, Bali, Nyoman Sudiarta, mengakui keunggulan dari aplikasi Fish-Go dalam meningkatkan hasil tangkapan nelayan berdasarkan pengalamannya mencari ikan di kawasan perairan Badung Selatan.

’’Sebelum menggunakan aplikasi Fish-Go hasil tangkapan kami tidak menentu, kadang-kadang dapat ikan, kadang-kadang tidak dapat dan lebih sering tidak dapatnya karena kami tidak tahu posisi ikan. Tetapi dengan menggunakan aplikasi ini, kami bisa mengetahui di mana posisi ikan dan kemudian kami coba langsung ke posisi ikan dan memang ada ikannya di sana. Yang biasanya hasil tangkapan kami hanya 50 kg, setelah adanya aplikasi ini hasil tangkapan kami mencapai 300 kg,’’ ungkapnya. 004

Berita Lainnya

More From Author

+ There are no comments

Add yours