Bangun Tiga Pelabuhan Sekaligus, Gubernur Koster Bikin Sejarah Baru

DENPASAR, SERBIBALI.COM – Pembangunan tiga pelabuhan sekaligus yaitu  Sanur Kota Denpasar, Sampalan Nusa Penida, dan Bias Munjul Nusa Ceningan, yang  notabene sebagai pelabuhan ‘segitiga emas’ sudah dimulai Sabtu (12/12) ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Gubernur Bali I Wayan Koster dan Menhub Budi Karya Sumadi. Menurut Koster yang juga ketua DPD PDI Perjuangan Bali itu, pembangunan pelabuhan tersebut tak terlepas dari komunikasinya yang intens dengan Presiden Jokowi sehingga bisa menjadi sejarah baru karena dapat mewujudkan pembangunan tiga pelabuhan sekaligus di Bali.

Gubernur Koster juga menyatakan, pembangunan pelabuhan di tiga segitiga emas parwisasata Bali tersebut tidak terlepas dari  dukungan penuh masyarakat Bali yang memberikan suara mutlak 92 persen kepada Joko Widodo dalam Pilpres yang lalu sehingga pembanguan pelabuhan tersebut menjadi hadiah Presiden Jokowi.  “Pak Gubernur saya menelepon Gubernur yang pertama Pak Koster, karena quick count sudah selesai dan mendapat suara 92 persen,” ucap Gubernur Koster mengenang ucapan Presiden Jokowi, di hadapan Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi, Sabtu (12/12).


Dari percakapan itu, ia menuturkan bahwa banyak hal terjadi termasuk ketika dirinya diundang langsung oleh Presiden Jokowi ke Istana Negara dan pertemuan itu menjadi cikal bakal atas sejumlah pintu program pembangunan infrastruktur oleh Gubernur Koster. “Beliau mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Bali dan saya diundang ke Istana pada 22 April 2019,” ucapnya.

Gubernur Bali kemudian datang menemui Presiden Jokowi yang saat itu didampingi beberapa Menteri dari Kabinet Indonesia Maju, di mana intinya adalah berdiskusi perihal rencana program pembangunan ke depan yang dibutuhkan di Bali.

“Pada 22 April 2019 saya hadir ke Istana, waktu itu bersama Bupati Klungkung dan beberapa Bupati lainnya untuk menghadap beliau. Ada point yang sangat bagus disampaikan oleh Bapak Presiden; ‘Pak Gubernur apa yang saya lakukan untuk Bali?’, begitu respon beliau. Langsung saya serahkan data yang saya bawa, yaitu pembangunan infrastruktur darat, laut, dan udara secara terkoneksi dan terintegrasi sebagai visi pembangunan Nangun Sat Kerti Loka Bali,” paparnya.

Gubernur asal Desa Sembiran Kecamatan Tejakula, Buleleng ini menambahkan pembangunan di Bali tentu akan berdampak baik dan jangka panjang bagi ketahanan ekonomi, budaya, dan pariwisata Bali, maka perlu kiranya ditunjang oleh infrastruktur mumpuni yang terkoneksi dan terintegrasi.

“Pembangunan infrastruktur (disampaikan ke Presiden) di antaranya pembangunan Pusat Kebudayaan Bali di Kabupaten Klungkung, short cut Singaraja-Denpasar, dan Pelabuhan segitiga di Sanur, Nusa Penida, dan Nusa Lembongan. Ketika saya menyampaikan keinginan untuk membangun Pelabuhan Segitiga, Bapak Presiden langsung bangun memerintahkan ajudannya untuk menelepon bapak waktu itu (Menteri Perhubungan) salah satunya terkait dengan pembangunan pelabuhan ini (Pelabuhan Laut Sanur dan Pelabuhan Penyeberangan Bias Munjul). Astungkare Bapak Menteri setuju,” imbuhnya.

Seluruh rencana pasca pertemuan akhirnya perlahan-lahan disetujui pemerintah pusat dan serius berjalan lewat peletakan batu pertama dan program yang dianggarakan pun berasal dari dana APBN. “Kemudian saya kawal terus dan berkomunikasi dengan Bapak Menteri Perhubungan dan sudah berkunjung mengecek lokasi di sini dan bahkan sudah berkunjung ke Nusa Penida, astungkare program ini terwujud di tahun 2020 untuk tiga pelabuhan; Pelabuhan Sanur, Pelabuhan Sampalan Nusa Penida, dan Pelabuhan Bias Munjul di Ceningan, dengan anggaran penuh dari APBN yang dianggarkan oleh Bapak Menteri Perhubungan. Ini adalah hadiah dari Bapak Presiden Joko Widodo untuk masyarakat Bali,” imbuhnya.

Gubernur Koster menegaskan hal ini adalah program penting dan prioritas di Provinsi Bali, di mana berkaitan dengan pembangunan infrastruktur darat, laut, dan udara, yang terintegrasi dan terkoneksi untuk menunjang layanan publik domestik sekaligus menunjang infrastruktur bagi wisatawan di Pulau Bali. Ia berharap supaya pembangunan ini memberi manfaat memajukan perekonomian dan peningkatan kesejahteraan bagi masyarakat di Bali.

“Meskipun pada Pilgub 2018 lalu, saya  kalah di Denpasar dan Klungkung, tetapi tidak mengurangi niat saya untuk tetap membangun Bali di wilayah ini dan memang menjadi kebutuhan riil kita semua, jadi tidak memikirkan soal politik tetapi kepentingan masyarakat Bali. Pak Menteri sudah memberikan program nyata dan saya berterima kasih mewakili Pemprov Bali dan masyarakat Bali atas kebaikan sekaligus kebijakan Bapak untuk mewujudkan rencana yang bersejarah ini. Karena sejak Bali ini ada belum pernah ada pelabuhan yang sebagus konsep yang bapak desain dan langsung bapak pimpin dalam kaitan pelabuhan di tiga lokasi ini,” tegasnya. 012

Leave a Reply

Your email address will not be published.