Digelar Secara Hybrid, Puncak Perayaan Dies Natalis ke-19 ITB STIKOM Bali

DENPASAR,SERBIBALI.COM-Puncak perayaan dies natalis ke-19 ITB STIKOM Bali berlangsung hybrid, dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat, bertempat di aula ITB STIKOM Bali, Renon, Denpasar, Selasa (10/8/2021).

Kendati sederhana terbatas, puncak perayaannya berlangsung penuh makna, ditandai dengan pemotongan tumpeng.

“Dies natalis di tengah situasi pandemi Covid-19 membawa kita ke dalam suasana perayaan yang sederhana dan terbatas. Kami mohon maaf kepada bapak/ibu/saudara/i, Dosen, karyawan, mahasiswa, alumni, pimpinan unit STIKOM Bali Grup tidak bisa mengundang untuk hadir langsung di ruangan ini, karena keterbatasan tempat yang diharuskan prokes. Meskipun demikian, telah dipersiapkan link zoom dan siaran langsung melalui channel youtube STIKOMERS TV yang bisa diakses dari seluruh dunia,” ungkap Rektor ITB STIKOM Bali, Dr. Dadang Hermawan, saat menyampaikan sambutannya.

Rektor ITB STIKOM Bali, Dr.Dadang Hermawan
Rektor ITB STIKOM Bali, Dr.Dadang Hermawan

Sebelumnya, dalam menyemarakkan kegiatan perayaan dies natalis ke-19 ini, telah dilaksanakan beberapa kegiatan, yaitu “Berbagai Kasih ITB STIKOM Bali Peduli” kepada masyarakat yang terdampak secara tidak langsung, dalam bentuk pembagian Sembako, pembagian masker dan hand sanitizer serta 1500 nasi bungkus yang disebar di 8 titik lokasi wilayah Denpasar serta “Kegiatan Sosial Donor Darah” di Kampus ITB STIKOM Bali. Lalu, juga dilaksanakan kegiatan berbagi, dengan sekitar 50 orang tenaga pengamanan dan cleaning servis berupa pembagian paket sembako.

Pada kesempatan berbahagia tersebut, Dadang Hermawan memaparkan bahwa, di usia satu tahun menjelang dwidasawarsa ini, eksistensi ITB STIKOM Bali telah diakui oleh berbagai kalangan dan lapisan masyarakat, baik instansi pemerintah maupun swasta, bisnis maupun sosial, masyarakat biasa maupun tertentu, lokal, nasional maupun internasional. Dalam sambutannya, Rektor ITB STIKOM Bali, Dr. Dadang Hermawan menyampaikan sejumlah pencapaian Institut Teknologi dan Bisnis STIKOM Bali mulai Agustus 2020 hingga Juli 2021, yang disebutkan, saat ini, jumlah mahasiswa baru ITB STIKOM Bali angkatan 2021 yang sudah registrasi, sejumlah 1.080 orang, yang naik 2% dari tahun lalu, dalam waktu yang sama, yang 86 %-nya merupakan putera/i daerah Bali, sedangkan sisanya datang dari hampir 33 provinsi yang ada di Indonesia bahkan dari luar negeri. Sedangkan, jumlah alumni sampai dengan wisuda 27 sebanyak 7.348 orang ditambah calon wisuda 28 nanti kurang lebih 570 calon wisudawan, yang telah bekerja dan berwirausaha di berbagai bidang/sektor baik pemerintah (PNS,TNI,POLRI,BUMN/D) maupun swasta di dalam maupun di luar negeri.

Menurut Dadang Hermawan, di tahun ini, kampus ITB STIKOM Bali masuk rangking 117 Nasional dari 4.593 Perguruan Tinggi se-Indonesia dan menjadi Kampus terpopuler No. 1 dari 161 PTS di Bali Nusra berdasarkan Webometrics Rangking of World Universities.

Lebih lanjut, dijelaskan, ITB STIKOM Bali terus memperpanjang kerjasama dengan PT Microsoft Indonesia, terutama dalam penggunaan software asli secara nyaman dan aman bagi para sivitas akademika dengan menandatangani Microsoft Campus Agreement yang ke 16 kalinya pada tahun 2021.

“Demi menjaga kualitas penjaminan mutu, sejak 15 tahun yang lalu, kita telah melaksanakan Sistem Manajemen Mutu (SMM) yang telah tersertifikasi secara internasional melalui sertifikasi ISO 9001-2000, 9001-2008 dan saat ini 9001-2015. Salah satu tugas dari bagian penjaminan mutu adalah melaksanakan survey kepuasan mahasiswa, disamping kepuasan alumni, orang tua, dunia usaha, dosen dan tenaga kependidikan. Kepuasan mahasiswa atau costumer satisfaction indeks (csi) semester genap tahun ajaran 2020/2021 adalah 76,56% meningkat dari semester sebelumnya, yakni 74,59 %. Saat ini, STIKOM Bali bermitra dengan TUV Rheiland Germany untuk tetap menjaga kualitas mutu keseluruhan proses pendidikan, tri darma, serta proses administrasi dan layanan akademik,” terang Dadang Hermawan.

Kini, lanjut Dadang Hermawan, ITB STIKOM Bali telah memiliki dua Fakultas, yakni Fakultas Informatika dan Komputer dengan tiga Program Studi serta Fakultas Bisnis dan Vokasi dengan dua Program Studi. Selain itu, ada juga kelas internasional atas kerjasama ITB STIKOM Bali dengan salah satu universitas asing, yakni HELP University. Manfaat yang telah dinikmati oleh para mahasiswa adalah mendapatkan dua gelar sekaligus yakni Sarjana Komputer dan Bachelor of IT. Para mahasiswa yang saat ini, sedang belajar ada sekitar 107 orang yang berasal dari Indonesia maupun asing dengan jumlah alumni kurang lebih 150 orang. Pogram dua gelar dengan Binus University Jakarta dan yang terbaru adalah kerjasama dengan DNUI (Dalian Neusoft University of Information) China, dimana 8 orang mahasiswa reguler, diterima untuk kuliah secara daring dalam rangka program pertukaran mahasiswa merdeka internasional dengan perolehan hibah sebesar Rp. 152 juta, untuk uang saku, buku dan biaya kuliah 1 semester,” tambahnya.

“Saat ini, kita telah melakukan peninjauan kurikulum dan akan menerapkan kurikulum baru pada Tahun Ajaran 2020/2021 dengan Outcome Based Education (OBE) dan mengakomodasi program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Sebagai informasi, kami juga akan membuka beberapa program studi baru yakni Program Studi Strata 1 Data Science (S1), Cyber Security & Forensics (S1), Alih Jenjang dari Program Studi D3 ke Diploma 4 (empat) serta Program S2 Megister Sistem Informasi,” imbuhnya.

Berikutnya, Dadang Hermawan memaparkan bahwa, ITB STIKOM Bali juga selalu mempersiapkan dan berupaya untuk dapat memiliki sumber daya manusia yang terbaik. Para Dosen dan staf non Dosen ITB STIKOM Bali terus didorong untuk selalu berwawasan global, baik dengan mengikuti seminar internasional, maupun dengan melaksanakan studi banding ke beberapa perguruan tinggi di luar negeri. Saat ini ada 94 orang dosen yang sudah sertifikasi dosen, 11 orang dosen yang bergelar doktor dan 21 orang dosen yang sedang studi lanjut S3 di dalan negeri maupun di luar negeri dan di tahun 2021 ini ada 9 Kelompok Dosen telah mendaftarkan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) untuk Hak Cipta dan Karyanya .

Capaian yang telah diraih, kemudian, Dadang Hermawan melaporkan, untuk bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, Institut Teknologi dan Bisnis STIKOM Bali di sepanjang tahun 2020 – 2021 ini, telah mendanai 117 peneliti untuk melaksanakan Penelitian Internal di berbagai bidang ilmu. Sejumlah 62 penelitian telah berhasil dilaksanakan dan telah selesai pelaporannya pada bulan Maret 2021, sementara, 55 penelitian sedang berlangsung di tahun 2021 ini. Lebih lanjut, Kampus telah mengalokasikan lebih dari Satu Milyar Rupiah untuk mendanai keseluruhan penelitian internal ini. Selain penelitian, ada juga sejumlah 38 kegiatan Pengabdian Masyarakat Internal yang didanai ITB STIKOM Bali hingga 200 juta rupiah. Kegiatan ini, telah dilaksanakan secara lengkap oleh dosen STIKOM Bali kepada Mitra masyarakat yang tersebar di berbagai wilayah di Bali.
Tidak berhenti di lingkup internal, ITB STIKOM Bali juga telah memenangkan 6 Program Kemitraan Masyarakat Ristekdikti selama periode 2020 – 2021 ini, di mana dua di antaranya serta satu PPUD multitahun telah selesai dilaksanakan di tahun 2020. Sementara itu, dua PkM masih dilaksanakan tahun 2021, serta satu lagi yang merupakan keikutsertaan diseminasi hasil penelitian, yakni Ideathon Bali Kembali, atas prakarsa Kemendikbud bekerja sama dengan BNPB dengan dana hibah yang diperoleh sebasar Rp. 60.000.000,00 dan juga penelitian yang dilakukan dengan PT Telkom Indonesia dengan hibah sebesar Rp. 95.000.000,00. Terobosan baru lainnya adalah giat Desa Binaan, di mana telah dilaksanakan kegiatan Pengabdian Desa Binaan di Desa Kenderan Tegallalang Gianyar, serta yang masih berlangsung adalah kegiatan Penelitian yang dilaksanakan oleh tiga dosen peneliti ITB STIKOM Bali. Kegiatan Desa Binaan ini, akan masih tetap dilaksanakan, selama lima tahun ke depan, di mana akan dipilih 6 Desa Binaan yang menjadi konsentrasi pelaksanaan Pengabdian Masyarakat, yakni Kenderan-Gianyar, Lalang Linggah-Tabanan, Bengkala-Buleleng, Pelaga-Badung, Paksebali-Klungkung dan Bukit-Karangasem, sehingga tujuan untuk mengoptimalkan manfaat yang diterima oleh Mitra Pengabdian dapat tercapai secara efektif.

Sementara, Pembina Yayasan Widya Dharma Shanti Denpasar Prof. Dr. I Made Bandem, MA., menyampaikan rasa bangganya atas segudang prestasi yang diraih ITB STIKOM Bali. Bahkan, Prof. Bandem mengucapkan selamat HUT ke-19 ITB STIKOM Bali dan berharap tahun 2021 menjadi tahun kebangkitan sebagai langkah awal bagi pemulihan, pasca pandemi Covid-19, yang berdampak signifikan bagi kehidupan masyarakat.

Lebih lanjut, Prof. Bandem mengungkapkan, ada hikmah dan pelajaran yang dipetik dari pandemi ini, yaitu kebersatuan, fleksibilitas dan kreativitas di bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi, yang terbukti, mampu membuat roda kehidupan berputar, contohnya mempercepat pembuatan oksigen dan vaksin Covid-19, teknologi dan e-commerce. “Inilah yang dilakukan ITB STIKOM Bali, sehingga berhasil meraih prestasi puncak yang luar biasa,” pungkas Prof.Bandem.

Saat ini, lanjut Dadang Hermawan, ITB STIKOM Bali sudah menerapkan program Merdeka Belajar – Kampus Merdeka (MBKM) yang dicanangkan oleh Kemenristekdikbud, pada Tahun 2020, saat ini jumlah mahasiswa ITB STIKOM Bali yang lolos dan akan mengikuti Program pertukaran Pelajar Outbond tahun 2021 sebanyak 20 Mahasiswa dan Program Inbond 20 Mahasiswa dengan dana dari ditjen Dikti sebesar Rp. 248 juta, meliputi UKT, uang saku, uang kos, tiket pswt pp, uang pcr pp. Selain itu, ada juga mahasiswa yang lolos dan mengikuti Program Kampus Mengajar Tahun 2020-2021 sebanyak 8 Mahasiswa dengan dana hibah yang diperoleh sebesar Rp. 24.800.000,00 (uang saku dan UKT) dan juga ada yang lolos dan mengikuti Program Studi Independent sebanyak 10 Mahasiswa serta 3 Mahasiswa lolos dan mengikuti program Magang MBKM, perolehan dana hibah untuk mahasiswa sebasar Rp. 104.000.000,00.

Selain itu, kata Dadang Hermawan, tahun 2020/21 ITB STIKOM Bali juga sudah menerapkan Program Pertukaran Pelajar Mandiri Perguruan Tinggi bekerjasama dengan STT Bandung dengan jumlah 40 Mahasiswa yang sudah mengikuti program tersebut dan program ini akan berlanjut pada Semester Ganjil Mendatang. Selain program tersebut, ITB STIKOM Bali juga sudah mengimplementasikan program magang industri bekerjasama dengan BUMN ( Pengadaian dan BMKG Provinsi ) yang diikuti 4 orang mahasiswa. Sampai saat ini, ITB STIKOM Bali telah bekerjasama dengan 189 Mitra dari kalangan Pemerintah, BUMN, Industri, dan Perbankan diantaranya Kerjasama dengan Kementerian Komunikasi dan informatika dengan bentuk Vocation School Graduate Academi (VSGA) melalui skema Junior Web Developer (JWD) saat ini terselenggara 1 kelas ; Program Akselerasi Kerjasama Perguruan Tinggi dengan DUDI melalui Platform Kedaireka ITB STIKOM Bali sudah berhasil menyusun proposal kerjasama dengan BMKG dan Bamboomedia dengan dana hibah yang diperoleh Rp. 492.000.000 (untuk 2 program); Dinas Perijinan dan Penanaman Modal Satu Pintu Kab.Badung dengan dana Rp. 200 juta dan Dinas Perijinan Penanaman Modal Satu Pintu Propinsi Bali Rp. 200 juta; serta pada tahun 2020, ITB STIKOM Bali juga lolos Program Hibah Detasering dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan dana hibah sebesar Rp. 123 juta dan pada bulan Juli 2021 ITB STIKOM Bali mendapatkan kepercayaan dari pemerintah, dalam hal ini, Direktorat Sekolah Menengah Kejuruan sebagai Perguruan Tinggi Pendamping Program Keunggulan SMK-PK dengan dana sebesar Rp. 108 juta.

Lebih lanjut, dijelaskan, ITB STIKOM Bali juga memiliki bagian Inkubator Bisnis, Inkubator Bisnis STIKOM Bali, Unit Unggulan Membentuk Calon Technopreneur Masa Depan Bentukan Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) STIKOM Bali. Inkubator bisnis STIKOM Bali sebagai salah satu penggerak dalam pengembangan ekosistem usaha di Bali sudah banyak berkontribusi dalam pengembangan usaha – usaha rintisan berbasis teknologi informasi. Program pendampingan yang dilaksanakan dirancang sedemikian rupa dari tahap pra-inkubasi, inkubasi, hingga pasca inkubasi sehingga mampu memberikan pelayanan sesuai fase pengembangan usaha peserta. Selama masa awal pandemi di tahun 2021, INBIS STIKOM Bali membina 3 tenant dimana salah satu dari 3 tenant ini berhasil mendapatkan bantuan pengembangan usaha melalui skema StartUp Inovasi Indonesia sebesar Rp 276,064,000. Tahun 2021 inkubator bisnis STIKOM Bali juga melaksanakan pendampingan pra-inkubasi untuk 6 kelompok usaha mahasiswa dimana 4 kelompok mahasiswa berhasil mendapatkan bantuan pengembangan usaha untuk usaha mahasiswa dengan total Rp. 86,500,000 melalui program wirausaha mahasiswa Indonesia (PWMI) 2021. Prestasi oleh INBIS STIKOM Bali ini mampu membawa dan mengharumkan nama ITB STIKOM Bali ke kancah nasional dengan penerima bantuan usaha terbanyak untuk kampus swasta di Indonesia Timur,” ujarnya. (rls)

Leave a Reply

Your email address will not be published.