IATPI Gandeng Waste4Change Hadirkan Praktik EWM di WWF Ke-10 di Bali

4 min read

SERBIBALI.COM, DENPASAR – Bicara sampah memang menjadi momok menakutkan di sebagian besar negara ini, termasuk di Indonesia. Sampah menjadi momok bilamana tidak dikelola dengan baik. Sebaliknya, sampah akan menjadi berguna bilamana di kelola dengan baik dan bertanggung jawab. Sementara saat ini pengetahuan masyarakat tentang sistem pengelolaan sampah bertanggung jawab masih minim. Hal ini disebabkan mindset atau pola pikir masyarakat tentang pengelolaan sampah perlu mendapat perhatian serius.

Pengelolaan sampah yang bertanggung jawab tentu akan menghasil lingkungan yang sehat dan bebas polusi. Sebaliknya bila pengelolan sampah tanpa pengetahuan yang baik bisa menimbilkan bencana, banjir, lingkungan kotor dan menyebabkan polusi udara kurang sehat. Apalagi Bali sebagai daerah tujuan wisata sudah memerlukan lingkungan bersih dan sehat sehingga wisatawan akan merasa nyaman dan menyenangkan.  Lalu bagaimana pengelolaan sampah agar menjadi berkah? Hal ini yang menjadi perhatian serius dari Ikatan Alumni Teknik Penyehatan dan Teknik Lingkungan Indonesia (IATPI) dan Lembaga yang peduli akan lingkungan diantaranya Waste4Change.

Bagaimana pentinga penyehatan lingkungan dan udara dari minimnya pengetahuan pengelolaan sampah oleh masyarakat? Hal inilah yang terus digelorakan olah IATPI bersama instituasi peduli lingkungan bersama stakeholder di Bali. Konsep penanganan sampah bertangggung jawab pun ditawarkan IATPI dalam Forum Air Dunia ke-10 yang dilaksanakan mulai, Sabtu (18/5/2024) di Bali.

Indonesia telah siap sebagai penyelenggara dengan standar acara baik. Salah satu aspek yang diperhatikan dalam perhelatan besar ini adalah pengelolaan sampah. Waste4Change bersama IATPI (Ikatan Alumni Teknik Penyehatan dan Teknik Lingkungan Indonesia) menghadirkan praktik penanganan sampah bertanggung jawab atau Event Waste Management (EWM) di World Water Forum (WWF) ke-10 yang berlangsung 8 hari hingga 25 Mei 2024.

Forum penting ini diselenggarakan setiap tiga tahun oleh Dewan Air Dunia (World Water Council) yang menyediakan wadah bagi para pengambil keputusan utama lintas negara untuk mengatasi tantangan air global. Tahun ini setelah bersaing ketat dengan Roma (Italia), Bali menjadi tuan rumah yang dipilih mayoritas. Momentum ini menjadi kesempatan memperkuat kemampuan Indonesia dalam mengatasi tantangan dalam menyediakan air bersih dan adil bagi masyarakat. Satu diantaranya adalah tantangan agar sumber daya air tidak tercemar polusi sampah.

“IATPI mengambil peran menghadirkan praktik baik pengelolaan sampah bertanggung jawab pada penyelenggaraan forum ini. Tujuannya, memastikan tidak ada sampah yang mencemari lingkungan,” ungkap Dr. Ir. Ar. Ngakan Ketut Acwin Dwijendra, Ketua IATPI Bali pada sesi Media Briefing di Media Center Makorem 163/Wira Satya, Denpasar, Jumat (17/5/2024).

IATPI menggandeng Waste4Change, praktisi pengelola sampah bertanggung jawab untuk melaksanakan Event Waste Management (EWM) bersama profesional pengelola sampah EcoBali. “Waste4Change mengapresiasi Organizing Committee World Water Forum (WWF) ke-10 mencontohkan pelaksanaan forum dunia dengan penanganan sampah berkonsep Zero Waste to Landfill,” papar Pandu Priambodo, EWM Project Director Waste4Change.

Manajemen sampah berorientasi ekonomi sirkular, memerlukan komitmen ESG (Environment, Social, Govenance) sebagai refleksi visi keberlanjutan (sustainability). Untuk acara besar seperti WWF ke-10 yang diproyeksikan dihadiri sekitar 30.000 orang, diperlukan dukungan dan kolaborasi berbagai pihak. Konsep event dengan tata sampah bertanggung jawab merupakan cara pandang yang terbilang langka di Indonesia. Namun demikian Waste4Change optimis ke depannya para penyelenggara acara akan menerapkan standar #AcaraBaik agar sampah yang dihasilkan tidak berakhir ke lingkungan.

“Kami bersama seluruh kolaborator ingin mencatatkan jejak baik untuk Bali dan berbagi semangat positif bahwa kita bisa berperan sekecil apapun untuk mencegah sampah berakhir ke lingkungan, demi melindungi sumber daya air Indonesia,” kata Pandu Priambodo.

Kepala Penerangan Korem (Kapenrem) 163/Wira Satya Mayor CHB I Made Oka Widianta mengapresiasi terselenggaranya kegiatan WWF ke-10 di Bali. Event tersebut sebagai wadah pertemuan kepala negara di dunia yang peduli terhadap kebersihan lingkungan dan keberadaan pentingnya air. “Kami mengucapkan syukur atas terselenggaranya acara ini semoga bisa berkelanjutan sampai ke event internasional,” tegas Mayor CHB I Made Oka Widianta.

Event Waste Management (EWM) pada World Water Forum (WWF) ke-10 didukung utama oleh Chandra Asri dan Barito Pacific juga River Recycle Oy, Repair Project, Bali Tourism Board dan Eco Tourism Bali. tri/sb

Berita Lainnya

More From Author

+ There are no comments

Add yours