SERBIBALI.COM, KARANGASEM — Memasuki hari kesebelas Karya Ida Bhatara Turun Kabeh (IBTK) 2026, lonjakan jumlah pemedek di Pura Agung Besakih semakin signifikan. Ribuan umat dari berbagai daerah terus berdatangan setiap hari untuk mengikuti rangkaian persembahyangan.
Kawasan Penataran Agung menjadi titik dengan intensitas tertinggi. Aktivitas persembahyangan berlangsung tanpa jeda, dengan pemedek datang silih berganti mengikuti jadwal yang telah diatur.
Petugas pecalang menyebutkan bahwa satu sesi persembahyangan mampu menampung sekitar 1.200 orang. Dengan frekuensi sesi yang berlangsung setiap 40 hingga 60 menit, total jumlah pemedek yang bersembahyang dalam sehari dapat mencapai sekitar 28.000 orang.
Salah seorang pemedek, I Gusti Ngurah Semara Putra, mengaku memilih datang di hari kerja untuk menghindari lonjakan pengunjung saat akhir pekan. “Kalau hari libur atau akhir pekan biasanya lebih padat, jadi kami pilih hari biasa,” katanya.
Ia juga memberikan apresiasi terhadap sistem pengaturan yang dinilai semakin tertata, terutama dari sisi aksesibilitas menuju kawasan pura. “Tadi sama sekali tidak ada macet, cukup lancar,” ujarnya.
Puncak karya IBTK 2026 sendiri telah digelar pada 2 April bertepatan dengan Purnama Sasih Kadasa. Rangkaian upacara masih akan berlangsung hingga 23 April 2026, yang akan ditutup dengan prosesi penyineban.
Selama berlangsungnya karya, pengawasan terus ditingkatkan oleh petugas guna memastikan kelancaran kegiatan. Penataan mencakup lalu lintas, pengelolaan sampah, serta pengaturan zonasi pedagang demi menjaga kenyamanan dan kesucian kawasan.

+ There are no comments
Add yours