HUT Kemerdekaan RI ke-76, WBA Bersama DAG Berziarah, Doa Bersama dan Kibarkan Bendera Merah Putih di TPB Margarana Tabanan

TABANAN,SERBIBALI.COM-Menjelang detik-detik Proklamasi, pada tanggal 16 Agustus 1945, para Pemuda Indonesia mengajak Bung Karno ke Rengasdengklok, untuk menyusun rencana Kemerdekaan Republik Indonesia, pada tanggal 17 Agustus 1945.

Momentum dan semangat Rengasdengklok tersebut, menginspirasi Ibu-Ibu cantik, yang tergabung dalam WBA (Women’s Bali Association) bersinergi bersama DAG (Demi Anak Generasi) Bali berziarah dan melakukan doa bersama serta mengibarkan bendera merah putih, bertempat di TPB (Taman Pujaan Bangsa) Margarana, Tabanan, pada Senin (16/8/2021).

Ketua WBA (Women’s Bali Association), Luh Putu Suwandewi Aeschlimann,S.Sos.,MM., mengungkapkan bahwa, pihaknya yang tergabung dalam WBA atau Women’s Bali Association bersama DAG (Demi Anak Generasi) melakukan kegiatan berziarah dan doa bersama serta mengibarkan bendera Merah Putih di TPB (Taman Pujaan Bangsa) Margarana, Tabanan, dalam rangka memeriahkan dan menyambut HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-76.

“Kami, saat ini, berada di TPB (Taman Pujaan Bangsa) Margarana, Tabanan, tentunya, Kami juga awalnya dibentuk WBA berawal dari Margarana itu sendiri,” tuturnya.

Pihaknya dari WBA bersama DAG melakukan kegiatan ini, dengan selalu ingat jasa-jasa para veteran pejuang kemerdekaan, yang telah mendahului Kita.

Lebih lanjut, Ketua WBA, Luh Putu Suwandewi Aeschlimann, S.Sos. MM., melakukan kegiatan berziarah dan doa bersama serta menaburkan bunga berwarna merah putih ke makam para Pahlawan Margarana, Tabanan, pada hari ini, Senin (16/8/2021), bertepatan dengan “Hari Rengasdengklok”, yang dirayakan, sehari lebih awal dari HUT Kemerdekaaan RI ke-76. “Biasanya, tahun lalu, 2020, Kami rayakan, pada tanggal 17 Agustus,” terangnya.

Lebih lanjut, pihaknya dari WBA atau Women’s Bali Association bersama DAG (Demi Anak Generasi) Bali juga melakukan aksi sosial berbagi kasih, dengan cara berdonasi berupa pembagian sembako, yang menyasar para petugas penjaga dan kebersihan serta pengurus TPB (Taman Pujaan Bangsa) Margarana, yang terdampak pandemi Covid-19.

“Biasanya, para pengurus TPB Margarana yang luput dari perhatian dan kerapkali membersihkan lingkungan Taman Margarana, Tabanan. Sebagai ucapan terima kasih, Kami melakukan kegiatan sosial, yaitu aksi berbagi kasih berupa bagi-bagi sembako kepada petugas penjaga, kebersihan dan pengurus TPB Margarana,” jelasnya.

Hal senada juga diungkapkan Ketua DPD DAG (Demi Anak Generasi) Bali, Ketut Aryana Tan, yang markas sekretariat DAG berada di Jimbaran dan selalu bersinergi bersama WBA atau Women’s Bali Association. Pihaknya merasa bersyukur, karena, pada kesempatan berbahagia tersebut, dapat berdonasi berupa bagi-bagi sembako, yang menyasar petugas penjaga dan kebersihan beserta pengurus TPB Margarana, Tabanan, yang diungkapkannya, baru pertama kalinya mereka menerima sembako. Diakuinya, mereka betul-betul bisa menjaga kebersihan lingkungan, pemeliharaan rumput dan monumen perjuangan serta makam pahlawan. “Jadi, mereka senang sekali dengan adanya bansos berupa sembako dari DAG bersama WBA ini,” kata Aryana Tan.

Khusus dari DAG (Demi Anak Generasi), pihaknya juga merasa senang bisa bersama WBA melakukan aksi sosial dan diharapkan, agar terus berlanjut sinergi tersebut.

Soal anggotanya, Aryana Tan menjelaskan, anggota DAG Bali berjumlah sekitar 60 orang. Sementara, pihaknya dari DPD DAG Bali sendiri, dalam struktur organisasinya ada Ketua, Sekretaris dan Bendahara, dilengkapi dengan Dewan Penasehat, yang totalnya berjumlah 17 orang. “Jadi, ada 60 anggota ditambah 17 orang, totalnya ada 77 orang. Syukurlah DAG telah terbentuk di 26 provinsi yang telah dilantik dari 32 provinsi yang telah terbentuk,” ujarnya.

Lebih lanjut, Aryana Tan menyebutkan, organisasinya termasuk nasional, yang disebut Demi Anak Generasi (DAG), dengan visi misi sosial kemasyarakatan dan tetap menjaga nasionalisme.

“Kebangsaan yang kita jaga dan 4 pilar kita jaga, yaitu Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI. Itu yang harus kita jaga, Demi Anak Generasi. Visi misi kita sudah jelas, yaitu wajib mempertahankan NKRI,” tegas Aryana Tan.

Mengingat para pejuang kemerdekaan telah menumpahkan darah, seperti sekarang, pihaknya berada di TPB (Taman Pujaan Bangsa) Margarana, yang disebutkan ada 1372 makam pahlawan sangat menghormati jasa-jasa pahlawan bangsa, yang telah mempertahankan keberadaan NKRI. “Perjuangan ini, khan dengan darah, jadi, untuk anak bangsa, ingat 4 pilar tetap dijaga, pertahankan NKRI. Jangan pernah lelah sampai titik darah penghabisan, dijaga, karena, dibentuk oleh para pejuang bangsa,” pungkas Aryana Tan.

Pada kesempatan tersebut, Ketua WBA (Women’s Bali Association), Luh Putu Suwandewi Aeschlimann, S.Sos.MM., juga menceritakan tentang awal pembentukan WBA, yang didirikan, pada tahun 2020. Dijelaskan, berdirinya WBA, ternyata, bertepatan dengan terjadinya masa pandemi Covid-19 yang masih berkepanjangan. Bahkan, pihaknya dari WBA selalu ingin melakukan kegiatan yang saling menguatkan satu sama lainnya. Selain itu, disebutkan, WBA selalu rutin mengadakan kegiatan bakti sosial dan UMKM.

Kemudian, Putu Suwandewi menuturkan, pendirian WBA dilatarbelakangi masa kesulitan, bertepatan dengan masa pandemi Covid-19, yang sejujurnya dikatakannya, kaum Ibu-Ibu, berada pada masa terpuruk ekonominya serta kehilangan pekerjaan.

Dalam hal ini, pihaknya dari WBA selalu ingin mensupport semua kaum Ibu-Ibu atau perempuan, untuk saling menguatkan, karena, bagaimanapun juga, perempuan itu adalah salah satu penopang keluarga didalam rumah tangga. “Jika Ibunya tidak happy atau tidak senang, tentunya, akan berakibat fatal didalam rumah tangga itu sendiri, tidak akan terjadi ketenangan,” terangnya.

Saat ini, kata Putu Suwandewi, anggota WBA berjumlah 125 orang, yang dalam suatu kegiatan, mereka selalu turut hadir dan ikut bersama-sama melakukan kegiatan sosial. Dalam situasi Covid-19, pihaknya mengakui rekan-rekannya yang tergabung dalam WBA (Women’s Bali Association), tidak banyak yang bisa aktif, karena, ketakutan dengan penularan Covid-19. Namun, pihaknya tetap menerapkan Protokol Kesehatan, dengan selalu memakai masker.

Lebih lanjut, diceritakan, sebagian besar anggota WBA berasal dari kaum Ibu-Ibu pengusaha dan UMKM serta Ibu-Ibu pekerja kantoran, yang kebanyakan bekerja di sektor pariwisata.

Seperti kita ketahui, lanjut Putu Suwandewi, sektor pariwisata, saat ini, berada pada posisi sangat miris sekali, terutama, diakui dirinya sebagai pelaku pariwisata dan istri GM Ayodya Resort, yang sementara, tutup usahanya lumayan lama, dengan jumlah karyawan yang sangat banyak. “Jujur, Ayodya Resort tak bisa bekerja dengan baik, pada masa pandemi Covid-19, yang buktinya, karyawan Kami telah banyak dirumahkan. Kami sangat prihatin dalam kondisi ini, akan tetapi, Kami dari WBA selalu mengajak para Ibu berbuat sesuatu yang kecil hingga menjadi besar,” tutup Ketua WBA (Women’s Bali Association), Luh Putu Suwandewi Aeschlimann, S.Sos.MM, sembari memberi semangat rekan-rekannya, dengan pekik Merdeka. ace

Leave a Reply

Your email address will not be published.