PPKM Diperketat, 4 Kelurahan di Badung Zone Merah

2 min read

BADUNG, SERBIBALI.COM – Satpol PP Kabupaten Badung memperketat pelaksanaan penertiban PPKM (pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat) mikro berbasis kelurahan/desa, menyusul naiknya kasus baru Covid-19.

“Hari ini kita sidak gabungan tingkat kabupaten di depan Pecatu Graha, Pecatu, Kuta Selatan dan juga di masing-masing tingkat kecamatan,” kata Kepala Satpol PP Kabupaten Badung, IGN Suryanegara, ketika dimintai konfirmasi Kamis (24/6).

Gung Surya, sapaan akrab IGN Suryanegara, menyatakan penertiban diprioritaskan di objek wisata, desa zona merah dan tempat-tempat yang menimbulkan keramaian, termasuk kegiatan upacara keagamaan. Gung Surya menyebutkan ada 4 kelurahan yang tergolong zona merah dan 7 kelurahan/desa masuk zona orange. Dia merinci kelurahan yang masuk zone merah per tanggal 23 sd 24 Juni meliputi Kelurahan Kuta, Kelurahan Benoa, Kelurahan Jimbaran, dan Kelurahan Kerobokan Kelod.

Sedangkan zona oranye terdapat di Kecamatan Kuta Utara meliputi Desa Tibubeneng,  Dalung, Desa Canggu, dan Kelurahan Kerobokan Kaja. Di Kecamatan Mengwi ada dua desa yaitu Desa Buduk dan Desa Penarungan. Di Kecamatan Kuta Selatan yamg masuk zona oranye adalah Desa Kutuh.

Pada penertiban Kamis kemarin di depan pintu masuk Pecatu Graha, Ungasan, Satpol PP yang dibantu petugas Migrasi dan aparat desa, menyasar kerumunan, sidak masker dan protokol kesehatan. Hasilnya, tim menjaring 9 orang (WNA tanpa masker. Mereka dikenakan sanksi denda di tempat. Sedangkan 8 orang memakai masker tidak benar diberikan teguran lisan.

Satpol PP dibantu aparat TNI dan Polri juga mengatensi ke tempat upacara nyekah massal di Blahkiuh. pemilihan Bendesa Adat Desa Adat Bongkasa dan prokes di Pertamina Latu. Tim hanya memberikan teguran lisan kepada dua warga yang memakai masker tidak benar. (mb/sb)

Berita Lainnya

More From Author

+ There are no comments

Add yours