WASPADA, BALI JANGAN SAMPAI DIPECAH BELAH

3 min read

MARI KOMPAK, BEKERJA GOTONG ROYONG, BALI TANGGUH, BALI BANGKIT, BALI PULIH

Disaat penanganan Covid19 Pemerintah Bali bergerak membentuk tim dan menggandeng semua elemen lapisan masyarakat hingga Desa Adat, yang telah diperkuat kedudukanya oleh gubernur Bali Wayan Koster melalui UU Desa adat. Sekian ratus tahun Desa adat dipandang sebelah mata tidak ada yang memperhatikan kini di era Pogram Nangun Sat Kerthi Loka Bali Desa adat memiliki kedudukan yg kuat dan di akui dimata hukum negara. Ketika itulah Desa adat ikut bergerak dalam mengamankan wilayah dan warganya masing masing dari penyebaran virus covid19. Banyak tuduhan yang tidak mendasar ke desa adat, yang dilayangkan dimedsos. “Desat adat di bilang tidak berhak, tidak memiliki wewenang, bahkan desa adat dibilang alat cuci tangan pemerintah” anonim.

Ketika penanganan Covid19 di Bali menuai hasil yang baik di nasional maupun dunia, Presiden memuji dan memberi apresiasi kepada Bali dan bertanya kepada gubernur apa kuncinya. Dengan Bangga Gubernur bilang “Kuncinya adalah Desa Adat. Kearifan Lokal yg dimiliki Bali warisan leluhur. Satu satunya hanya ada di Bali” Disana kita bisa lihat bagaimana seorang pemimpin daerah memberi tempat terhormat kepada Desa adat di hadapan Presiden. Akhirnya Presiden pun meminta daerah lain di indonesia mencontoh apa yg dilakukan Bali, bersatu gerakan komponen terbawah yg lebih memahami wilayah dan warganya yakni kampung kampung atau Desa.

Namun Ironisnya di Bali ada segelintir Kelompok Pemecah Belah. Kelompok ini tidak puas akan Pujian Presiden untuk Provinsi Bali yang disampaikan Presiden Joko Widodo langsung kepada Pemerintah Bali. Akhirnya mereka mencoba membenturkan Desa adat dengan pemerintah. Mereka dengan sistematis terkomando menyebar opini negatif kalau desa adat tidak dapat apa-apa dan yang di apresiasi adalah pemerintah. Bahkan sampai ada media bayaran dari pihak mereka untuk memuat berita yang judulnya mengadu domba desa adat dengan pemerintah. Kelompok ini yang tidak pernah berbuat apa untuk Desa adat dan malah membenturkan desa adat dengan pemerintah. Mereka tidak paham kalau Desa adat sekarang memiliki kedudukan kuat berkat pemerintah Bali. Begitu sebaliknya Pemerintah Bali bisa bekerja maksimal karena Desa adat.

Disinilah bukti jargon

DESA ADAT ADALAH BENTENG UTAMA BALI

Seharusnya kita bersyukur keadaan Bali baik terkendali ditengah wabah covid-19 berkat kerjasama kita yang kompak. Sekali lagi jangan mau di pecah belah oleh kelompok tertentu yang disusupi kelompok dari luar, dengan memiliki agenda politik terselubung untuk membuat kekacauan di dalam pemerintah. Agenda Pemerintah adalah mengembalikan situasi kembali normal supaya warga bisa berkatifitas seperti biasanya dan sistem pemerintahan didaerah maupun pusat bisa berjalan kembali.

Mari kompak jaga Bali bersama, Bali rumah kita semua.

Berita Lainnya

More From Author

+ There are no comments

Add yours